Goresan Tinta
Hiduplah
saat ini juga; mulai kerjakan atau mimpikan apa yang kamu bisa. Keberanian
mengandung kegeniusan, kekuatan dan keajaiban di dalamnya. Seperti itulah ungkapan
yang saya ingat dari Johann Wolfang von
Goethe dalam buku “Never Eat Alone”
yang ditulis Keith Ferrazzi dan Tahl Raz. Sederhana tetapi mengena bagi saya, bisa juga bagi anda. Tanpa mimpi
kita tidak pernah hidup, tanpa berusaha kita hanya hidup dalam mimpi saja. Jadi
just do it, nikmati dan lakukan apa yang kita bisa dan berusaha terbaik untuk
yang belum kita bisa.
Kita
bisa mempunyai begitu banyak impian, harapan akan masa depan gemilang, tetapi
mimpi itu akan sekonyong-konyong menjadi bayang-bayang semata jika tidak ada
Titik temu antara keduanya. Lingkaran antara manusia, Alloh dan
lingkungan disekitarnya akan menjadi salah satu kekuatan kita. Hal yang sangat
sederhana menjadi bagian terlupakan begitu saja, tetapi kita seringkali
melibatkan begitu banyak alasan dan hal-hal rumit dalam hal yang sederha.
Mimpi
itulah yang menggerakan manusia. Mimpi ini mampu menggerakkan saraf-saraf dan
alam bawah sadar kita untuk berfikir lebih genius dari apa kita sadari selama
ini. Bertindak lebih mengesankan di banding dengan yang lain. Sehingga itu
semua menjadi kekuatan. Kekuatan manusia sangat istimewa, ini sebagai salah satu anugerah Alloh pada
makhluknya. Tetapi seringkali kita tidak menyadarinya, tenggelam dalam
ketakutan tak berarti. Ini seperti racun dalam pikiran sehingga melemahkan
tubuh kita. Bahkan sebenarnya kelemahan/kekurangan dapat menjadi keistimewaan,
bagi kita yang mempunyai pikiran positif jadi mengapa harus memeilih untuk
melemahkan diri?!
Kita
telah melewati begitu banyak waktu, detik, menit, jam sampai berhari-hari dan
berminggu-minggu hingga tahun yang tak pernah berujung sampai tarikan nafas
terakhir kita. Harapan dan impian apa yang kau lihat itu tergantung dari
bagaimana kita melihat dan menggunakan waktu itu. Waktu seperti gelombang yang
akan menelanmu secara perlahan setiap saat, dan lautan adalah kehidupan yang
kita jalani. mungkin saja gelombang itu datang dan berlalu begitu saja dengan
atau tanpa membawamu serta dalam deburan gelombang. Dan pada akhirnya jika
memilih untuk menghindar maka akan ada kemungkinan, kau ikut tenggelam dalam
gelombang dan kau akan tetap tenggelam karna kau telah mati sebelum gelombang
itu datang tanpa perlawanan.
Pilihan
kedua menempatkan kemungkinan yang lain, kau akan tetap ikut dalam gelombang
lalu tenggelam atau kau akan selamat karena melawan gelombang besar itu dengan
satu pengalaman yang luar biasa. Hanya kekuatan, kekuatan yang bisa membuka
kemungkinan dan mewujudkan mimpi dengan satu kekuatan baru di gelombang
berikutnya, karena kita telah melewati satu tahap yang sulit.
Manusia
tak bisa mengelak dari waktu. Sekali waktu itu terlewat, maka tidak akan
terulang kembali hal yang sama akan terjadi. Dan Ketika kita menyadarinya hanya
ada dua kemungkinan, kita akan bergegas menyambut masa depan atau bernostalgia dengan hal menyedihkan di masa
lalu dan terpuruk karenanya. Kita bisa saja mengenang masa lalu untuk menyadari
betapa pentingnya masa depan kita, masa lalu memberi kita kekuatan untuk
memperbaiki apa yang telah kita lakukan. Tetapi masa depanlah yang akan kita
hadapi. jadi langkah awal adalah menetapkan hati untuk yakin.
Tugas
kita selanjutnya adalah berani mengawali dan istiqomah melakukannya (teguran untuk saya sendiri). Dengan segenap hati mari kita sambut
masa depan dengan gembira, ikhlas dan sungguh-sungguh melakukannya untuk segera menggoreskan sejarah perjalanan hidup kita sendiri. Sekilas
tulisan ini sungguh membosankan dan terkesan menggurui, tetapi dengan niat yang
sangat tulus, saya tidak pernah bermaksud untuk itu. dengan minimnya
pengetahuan saya mencoba untuk ikut berbagi, meskipun hanya ide yang sederhana,
mudah-mudahan bermakna baik untuk semua.
Kereeenn!! sangat memotivasi. Kata2nya juga bagus. Thumbs up :)
BalasHapussaluut...suka dg kutipan Goethe di atas. lanjutkan!
BalasHapus