Selasa, 31 Maret 2015

Goresan Tinta



Goresan Tinta

Hiduplah saat ini juga; mulai kerjakan atau mimpikan apa yang kamu bisa. Keberanian mengandung kegeniusan, kekuatan dan keajaiban di dalamnya. Seperti itulah ungkapan yang saya ingat  dari Johann Wolfang von Goethe dalam buku “Never Eat Alone” yang ditulis Keith Ferrazzi dan Tahl Raz. Sederhana tetapi mengena  bagi saya, bisa juga bagi anda. Tanpa mimpi kita tidak pernah hidup, tanpa berusaha kita hanya hidup dalam mimpi saja. Jadi just do it, nikmati dan lakukan apa yang kita bisa dan berusaha terbaik untuk yang belum kita bisa.
Kita bisa mempunyai begitu banyak impian, harapan akan masa depan gemilang, tetapi mimpi itu akan sekonyong-konyong menjadi bayang-bayang semata jika tidak ada Titik temu antara keduanya. Lingkaran antara manusia, Alloh  dan lingkungan disekitarnya akan menjadi salah satu kekuatan kita. Hal yang sangat sederhana menjadi bagian terlupakan begitu saja, tetapi kita seringkali melibatkan begitu banyak alasan dan hal-hal rumit dalam hal yang sederha.
Mimpi itulah yang menggerakan manusia. Mimpi ini mampu menggerakkan saraf-saraf dan alam bawah sadar kita untuk berfikir lebih genius dari apa kita sadari selama ini. Bertindak lebih mengesankan di banding dengan yang lain. Sehingga itu semua menjadi kekuatan. Kekuatan manusia sangat istimewa,  ini sebagai salah satu anugerah Alloh pada makhluknya. Tetapi seringkali kita tidak menyadarinya, tenggelam dalam ketakutan tak berarti. Ini seperti racun dalam pikiran sehingga melemahkan tubuh kita. Bahkan sebenarnya kelemahan/kekurangan dapat menjadi keistimewaan, bagi kita yang mempunyai pikiran positif jadi mengapa harus memeilih untuk melemahkan diri?!
Kita telah melewati begitu banyak waktu, detik, menit, jam sampai berhari-hari dan berminggu-minggu hingga tahun yang tak pernah berujung sampai tarikan nafas terakhir kita. Harapan dan impian apa yang kau lihat itu tergantung dari bagaimana kita melihat dan menggunakan waktu itu. Waktu seperti gelombang yang akan menelanmu secara perlahan setiap saat, dan lautan adalah kehidupan yang kita jalani. mungkin saja gelombang itu datang dan berlalu begitu saja dengan atau tanpa membawamu serta dalam deburan gelombang. Dan pada akhirnya jika memilih untuk menghindar maka akan ada kemungkinan, kau ikut tenggelam dalam gelombang dan kau akan tetap tenggelam karna kau telah mati sebelum gelombang itu datang tanpa perlawanan.
Pilihan kedua menempatkan kemungkinan yang lain, kau akan tetap ikut dalam gelombang lalu tenggelam atau kau akan selamat karena melawan gelombang besar itu dengan satu pengalaman yang luar biasa. Hanya kekuatan, kekuatan yang bisa membuka kemungkinan dan mewujudkan mimpi dengan satu kekuatan baru di gelombang berikutnya, karena kita telah melewati satu tahap yang sulit.
Manusia tak bisa mengelak dari waktu. Sekali waktu itu terlewat, maka tidak akan terulang kembali hal yang sama akan terjadi. Dan Ketika kita menyadarinya hanya ada dua kemungkinan, kita akan bergegas menyambut masa depan atau  bernostalgia dengan hal menyedihkan di masa lalu dan terpuruk karenanya. Kita bisa saja mengenang masa lalu untuk menyadari betapa pentingnya masa depan kita, masa lalu memberi kita kekuatan untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan. Tetapi masa depanlah yang akan kita hadapi. jadi langkah awal adalah menetapkan hati untuk yakin.
Tugas kita selanjutnya adalah berani mengawali dan istiqomah melakukannya (teguran untuk saya sendiri). Dengan segenap hati mari kita sambut masa depan dengan gembira, ikhlas dan sungguh-sungguh melakukannya untuk segera menggoreskan sejarah perjalanan hidup kita sendiri. Sekilas tulisan ini sungguh membosankan dan terkesan menggurui, tetapi dengan niat yang sangat tulus, saya tidak pernah bermaksud untuk itu. dengan minimnya pengetahuan saya mencoba untuk ikut berbagi, meskipun hanya ide yang sederhana, mudah-mudahan bermakna baik untuk semua.

2 komentar:

  1. Kereeenn!! sangat memotivasi. Kata2nya juga bagus. Thumbs up :)

    BalasHapus
  2. saluut...suka dg kutipan Goethe di atas. lanjutkan!

    BalasHapus